Kamis, 20 Oktober 2011

Kecelakaan Test Ride Ducati Diavel Seharga Rp 475 juta Di Jakarta..

Crash Of The Diavel..Pelajaran*Berharga

beberapa detik pasca crash
162 hp…127 Nm. Angka-angka tersebut bukan untuk dibanggakan..Apalagi dimainkan dengan tidak serius. 127 Newton meter (Nm) berarti mesin akan menarik kendaraan dan pengendaranya sejauh 1 meter dengan force 127 Newton (kg/m2). Bayangkan betapa ganas akselerasi yang dialami.*Demikian pula..162 hp, berarti sang pengendara harus siap mengendalikan kebengisan kendaraan ketika berada dalam peak power tersebut.

Demikian pemikiran ane pasca menyaksikan seorang test rider yang harus menjadi korban keganasan torsi-power Ducati Diavel dalam acara launchingnya hari Minggu (6/3) lalu.

Setelah beberapa test rider pilihan panitia sebelumnya tidak mengalami masalah, kali ini seorang test rider tak kuasa menahan akselerasi binal Ducati Diavel.


mbah dukun..kasih pengarahan pre-riding
Sejak mulai test ride ane selalu perhatikan betul Mbah Dukun Satar selalu memberikan briefing singkat seputar teknis test ride. Rute kemana..Ikuti voorider Ducati 848 lewat mana, hingga petunjuk menyalakan mesin. Pada umumnya mereka memahami. Ada yang pelan-pelan meremas gas..adapula yang tanpa basa-basi segera memelintir gas..Nah yang ane saksikan pada si test rider yang malang ini adalah..

Keraguan saat berakselerasi. Terlihat ia memainkan kopling dan gas secara kasar. Terdengar raungan Diavel yang tertahan..Dan ketika gas dipelintir.. Ban depan Diavel sontak terangkat. Bahkan ane lihat sendiri wheelie Diavel tersebut mencapai hampir 90 derajat..Motor hampir tegak lurus selama sepersekian detik..lalu..

Sang rider tak kuasa mengendalikan motor. Ia berbelok ke kiri dan langsung dihempas ke kanan oleh sang Iblis Italia ini. Brak..! hanya suara singkat itu yang terdengar keras ketika Diavel Carbon seharga Rp 475 juta itu jatuh. Tak ada suara retakan dan pecahan apapun. Material magnesium anodyzed memang mantabs..!





Kamera ane tak sempat mengabadikan momen ini karena alasan teknis.. “OUT OF MEMORY“. Padahal sudah ane bidikkan lensa 18-55 dengan Continous Focus yang terpasang pada Alpha 330 ane ke arah test rider yang tengah wheelie. Demikian pula ketika ane mencabut “sidearms” ane..Nikon S90 tak bisa menyala karena alasan yang bloon..baterainya lupa dipasang ketika ane berangkat..wehehehe. Akhirnya momen terdekat hanya diabadikan oleh bro Bodats ketika sang rider ditolong oleh staff Ducati.

Spion kanan hancur. Cover tangki yang terbuat dari magnesium anodyzed harus terluka..demikian pula kenalpot, hingga velg depan harus tergores. Sementara tuas rem depan dan belakang melekuk ke dalam dan tidak patah. Kekuatan material patut diacungi jempol..bayangkan seandainya itu terjadi pada motor dengan body dari plastik ABS..pastilah sudah hancur berkeping-keping.

Kembali ane merenung mengenai the wounded Diavel, sang Iblis bengis yang sudah terluka ini..apakah benar terdapat “the true evil” di dalam motor ini?

Secara teknis, acara test ride adalah “Maiden Voyage”. Dimana seorang pengendara benar-benar baru merasakan karakter motor. Terlebih lagi, motor dengan torsi-power besar bermesin superbike nan liar ini sungguh sangat berbeda karakternya dengan motor tourer/cruiser yang memiliki power delivery lebih smooth.

Sebuah masukan untuk pihak Ducati agar untuk event test ride selanjutnya dapat diadakan di sirkuit Sentul ataupun di dalam “controlled environment” lainnya dengan calon test rider yang sudah dibriefing dengan jelas. Ini juga menjadi pengalaman bagi ane yang notabene sering mencoba berbagai motor. Adanya akselerasi yang serasa membuat kepala “dijenggut” ke belakang terkadang bisa mengasyikkan dan membuat lupa diri..padahal itulah jalan masuk menuju kecelakaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar