Twitter adalah
sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh
Twitter Inc., yang menawarkan jejaring sosial berupa mikroblogsehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan
membaca pesan yang disebut kicauan (tweets). Kicauan adalah teks tulisan
hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Kicauan bisa
dilihat secara luar, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar
teman-teman mereka saja. Pengguna dapat melihat kicauan penulis lain yang
dikenal dengan sebutan pengikut ("follower").
Semua pengguna dapat mengirim dan menerima
kicauan melalui situs Twitter, aplikasi eksternal yang kompatibel (telepon
seluler), atau dengan pesan singkat (SMS) yang tersedia di negara-negara
tertentu. Situs ini berbasis di San Bruno, California dekat San Francisco, di
mana situs ini pertama kali dibuat. Twitter juga memiliki server dan kantor di
San Antonio, Texas dan Boston, Massachusetts.
Sejak dibentuk pada tahun 2006 oleh Jack
Dorsey, Twitter telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia dan saat ini memiliki
lebih dari 100 juta pengguna. Hal ini kadang-kadang digambarkan sebagai "SMS dari
internet".
Twitter memiliki logo berupa seekor burung
berwarna biru yang bernama "Larry the "Bird", dinamai setelah
nama seorang mantan pemain basket NBA, Larry Bird.
Pesan
Pengguna dapat menulis pesan berdasarkan topik dengan
menggunakan tanda pagar (#) (hashtag).
Sedangkan untuk menyebutkan atau membalas pesan dari pengguna lain bisa
menggunakan tanda (@) ("at").
Pesan pada awalnya diatur hanya mempunyai batasan sampai
140 karakter disesuaikan dengan kompatibilitas dengan pesan SMS, memperkenalkan
singkatan notasi dan slang yang biasa digunakan dalam pesan SMS. Batas karakter
140 juga meningkatkan penggunaan memperpendek layanan URL seperti bit.ly,
goo.gl, dan tr.im, dan jasa hosting konten, seperti Twitpic, Tweephoto,
memozu.com dan NotePub untuk mengakomodasi multimedia isi dan teks yang lebih
panjang daripada 140 karakter. Twitter menggunakan bit.ly untuk memperpendek
otomatis semua URL yang dikirim-tampil.
Laman
Utama (Home)
Pada halaman utama kita bisa melihat kicauan yang
dikirimkan oleh orang-orang yang menjadi teman kita. Halaman utama disebut juga
sebagai Timeline
Profil
Pada halaman ini yang akan dilihat oleh seluruh orang
mengenai profil atau data diri serta kicauan yang sudah pernah dikirim-tampil.
Pengikut
(Follower)
Pengikut adalah pengguna lain yang ingin menjadikan kita
sebagai teman. Bila pengguna lain menjadi pengikut akun seseorang, maka kicauan
seseorang yang ia ikuti tersebut akan masuk ke dalam halaman utama.
Mengikuti(Following)
Kebalikan dari pengikut, ikutan adalah akun seseorang
yang mengikuti akun pengguna lain agar kicauan yang dikirim oleh orang yang
diikuti tersebut masuk ke dalam halaman utama.
Gamitan (Mentions)
Biasanya konten ini merupakan balasan dari percakapan
agar sesama pengguna bisa langsung menandai orang yang akan diajak bicara.
Favorit
Kicauan ditandai sebagai favorit agar tidak hilang oleh
halaman sebelumnya.
Pesan
Langsung (Direct Message)
Fungsi pesan langsung lebih bisa disebut SMS karena pengiriman pesan langsung di antara
pengguna tanpa ada pengguna lain yang bisa melihat pesan tersebut kecuali
pengguna yang dikirimi pesan.
Tagar (Hashtag)
Tagar yang ditulis di depan topik tertentu agar pengguna
lain bisa mencari topik yang sejenis yang ditulis oleh orang lain juga
Senarai (List)
Pengguna twitter dapat mengelompokkan ikutan mereka ke
dalam satu grup atau senarai sehingga memudahkan untuk dapat melihat secara
keseluruhan para nama pengguna(username) yang mereka ikuti (follow).
Topik
Hangat (Trending Topic)
Secara garis besar adalah topik yang sedang banyak dibicarakan
banyak pengguna dalam suatu waktu yang bersamaan. Kemudian secara spesifik
yaitu sebuah kata, frase atau yang ditandai dengan tagar (#) yang dilepaskan dengan
kecepatan lebih tinggi serta unggul dalam jumlah daripada kata, frase atau yang
ditandai dengan tagar lainnya, hal ini biasa dikatakan menjadi Topik
Hangat (Trending Topic) dan menjadi populer baik yang melalui upaya
terpadu oleh pengguna atau karena suatu peristiwa yang mendorong orang untuk
berbicara tentang satu hal tertentu tersebut. Topik-topik tersebut membantu
Twitter dan pengguna untuk memahami apa yang terjadi di dunia. Terkadang
topik-topik tersebut merupakan hasil dari kesengajaan dan upaya bersama oleh
fans selebriti tertentu ataupun karena fenomena budaya. Ada 2 jenis Topik
Hangat (Trending Topic) yang menjadi acuan pengguna di Indonesia,
yaitu Topik Hangat Seantero Dunia
(Trending Topic World Wide / TTWW) dan Topik
Hangat Indonesia (Trending Topic Indonesia / TTI), kemudian yang terjadi di Indonesia
khususnya terutamanya adalah karena hal-hal yang sedang banyak peminatnya pada
kala itu, semisal fenomena lagu Keong Racun, Ariel Peterpan (dikenal sebagai
Arielpeterporn), Ashilla Zahrantiara (dikenal sebagai Shilla, Ashilla Z dan
AshillaBlink), Justin Bieber (Beliebers), Twilight, Harry Potter dan lainnya,
atau juga hal-hal yang tidak biasa seperti #7KulinerSbyPalingWuenak.
Isi
Kicauan
Isi Kicauan menurut Pear Analytics.
- Celoteh tidak berarti - 40%
- Percakapan - 38%
- Nilai lewat-terus (pass-along) - 9%
- Promosi diri - 6%
- Berita - 4%
- Spam - 4%
Peringkat
Twitter adalah merupakan salah satu dari 10 situs web
yang paling sering dikunjungi di seluruh dunia oleh Alexa trafik web analisis.
Februari 2009 Compete.com blog entry mengatakan bahwa Twitter berada di tingkat
ketiga sebagai situs yang digunakan jaringan sosial berdasarkan jumlah
pengunjung bulanan sebanyak 6 juta pengunjung. Pada bulan Maret 2009,
Nielsen.com blog menyatakan Twitter sebagai situs yang tumbuh tercepat--dalam
kategori Komunitas Anggota. Twitter memiliki pertumbuhan bulanan sebesar
1.382%, meningkat dari 475.000 pengunjung pada Februari 2008 menjadi 7 juta
pada Februari 2009.
Aplikasi
pihak ketiga
Kurang dari setengah kicauan yang dikirim-tampil
menggunakan web, sedangkan sebagian besar pengguna menggunakan aplikasi pihak
ketiga (berdasarkan analisis 500 juta kicauan oleh Sysomos). Ada banyak alat
atau aplikasi dari twitter. Beberapa di antarnya adalah aplikasi TweetDeck, Salesforce.com, HootSuite, Twitterfeed, UberSocial, Snaptu,TweetWawa, SnapTwit, SimpleTweet, Gravity
Demografi
Menurut sebuah studi oleh Sysomos pada bulan Juni 2009,
perempuan membentuk sebuah demografi Twitter lebih besar daripada laki-laki
dimana persentasenya adalah 53% lebih dari 47%. Ia juga menyatakan bahwa 5%
dari pengguna menyumbang 75% dari semua aktivitas, dan bahwa New York memiliki
Twitter sebagian besar pengguna.
Pada perkembangannya, Twitter yang awalnya dirancang
untuk digunakan oleh orang dewasa sebagai sarana pendukung dalam pekerjaan,
sekarang ini justru didominasi oleh remaja. Hal ini dikarenakan fungsi Twitter
yang sekarang sebagai wadah berkumpulnya para penggemar artis-artis. Bisa saja
pengguna twitter tersebut adalah selebritis atau hanya sekedar basis fans.
Dengan begitu para pengikut akun selebritis tersebut bisa memantau berita
terbaru dari sang selebritis. Selebritis yang pertama kali menjaing satu juta
pengikut dan juga sebagai pelopor akun selebritis adalah Ashton Kutcher.
Kemudian diikuti oleh Oprah Winfrey, Britney Spears,Justin Bieber,Lady Gaga.
Kelebihan :
1. Mudah dinavigasi dan memperbarui, “link to”
dan mempromosikan apapun.
2. Menjangkau
lebih luas tidak hanya antara teman
3. Satu
feed untuk semua pengguna dan siapa pun dapat mengikuti orang lain kecuali
diblokir
4. Alat
komunikasi yang murni dan cepat tanggap
5. Kamu tidak harus log in untuk mendapatkan
update. Kamu bisa menggunakan aplikasi RSS reader
6. Sangat interaktif, extensible messaging
platform dengan API terbuka
7. Banyak aplikasi lain yang sedang dikembangkan
(Twitterific, Summize, Twhirl, dll)
8. Pesan teks SMS berpotensi untuk memberi
pendapatan dari jaringan nirkabel
9. Potensi periklanan di masa mendatang atau
perusahaan berbasis langganan
10. Twitter
mungkin lebih terukur dari Facebook dan memberikan keuntungan biaya
Kelemahan :
1. Kemampuan
terbatas: menemukan orang-orang, mengirim pesan singkat, balasan langsung
2. Dibatasi sampai 140 karakter per update
3. Tidak
semua orang menemukan manfaat langsungnya
4. Lebih
menekankan pada penghitungan follower
5. Mudah disalahgunakan untuk spam dan meningkatkan
tingkat kebisingan
6. Relatif lebih kecil basis pengguna diinstal
7. Belum ada strategi keuangan yang mudah dan
jelas
Berbagai dampak positif dan negatif pun
dipaparkan, mulai yang bersikap optimis, pesimis, atau netral-netral saja.
Khusus untuk dunia pendidikan, media sosial punya potensi untuk memperkaya
materi. Ia mampu mendobrak batas ruang kelas. From brick to click. Interaksi
dosen dan mahasiswa pun tidak dibatasi ruang dan waktu. Belajar pun bisa kapan
saja dan dimana saja. Konten di dunia maya membuat materi pembelajaran bisa
diperkaya.
Itulah wacana yang sudah sering didengar, namun
tidak mudah terealisasi di lapangan. Justifikasi manfaat media sosial yang
tidak selalu terealisasi. Selalu ada resistensi atau apriori di lapangan.
Lagian, meskipun segala hal tersaji secara online, belum tentu membuka
pengetahuan. Meskipun di dunia maya berlaku: Content is King, tidak
semua orang bisa terpesona dengannya. Atau, ada keragaman persepsi dan
interpretasi terhadap sebuah konten di media sosial.
Tidak mudah menaklukan media sosial demi mendapat
manfaat. Kata para pakar, tidak semua bisa memanfaatkan kehadiran media sosial.
Bisa komersial, atau malah ketiban sial. Berharap terkenal, malah terpenggal.
Niat mengejar manfaat, malah diganjar mudharat.
Dan, berbagai opsi itu ada di dunia pendidikan.
Ada yang tanggap, banyak pula yang gagap. Bukan di tingkat individu, tapi institusi.
Maksudnya, itu ditinjau dari perspektif pembelajaran yang menunjang fungsi dan
peran perguruan tinggi. Bukan dalam konteks manfaat media sosial secara
individual, tapi bisakah kampus dan media sosial membentuk simbiosis
mutualisme?
Kita sering mendengar kampus yang menutup akses
ke media sosial melalui jaringan koneksi yang dimilikinya. Entahlah, apakah
karena alergi atau fobia dengan media sosial, atau memang infrastrukturnya
belum mendukung.
Namun, ada juga dosen dan kampus yang ramah
terhadap media sosial. Berita resmi dari kampus pun bisa di-share ke media sosial oleh
pengunjungnya. Bahkan, ada pula kampus yang mengelola akun resmi di media
sosial.
Konten di dunia maya pun membludak. Padahal kata
pakar, konten tanpa konteks bisa menjadi sampah elektronik. Konten dan konteks
itulah yang diproduksi sekaligus dikonsumsi oleh unsur ketiga, yakni manusia
atau masyarakat. Itulah formula “Content+Contex+People”-nya Chris Rourke. Jika
tidak ada kerumunan manusia atau masyarakat, bukan media sosial namanya.
Sayangnya, masyarakat informasi (information
society) belum sepenuhnya terbentuk di Indonesia. Jumlah penduduk kadang
menjadi “kambing hitam” atas kondisi tersebut. Setidaknya Indonesia masih
tertinggal – atau baru sampai tahap kedua dari empat tahap: Enhanced - dibandingkan negara lain yang sudah masuk ke tahap
teratas:connected menurut
World Economic Forum. Pengguna teknologi yang tidak produktif adalah
mayoritas di Indonesia. Tuduhan lainnya, masyarakat pengunduh
(downloader) lebih banyak ketimbang pengunggah (uploader).
Benarkah?
Apapun opini dan diskusi yang mencuat saat
seminar, kesimpulan akhirnya bisa ditebak. Teknologi seperti dua sisi mata
uang: negatif dan positif. Suka dan duka pun silih berganti di dunia
maya. Dan gate keeper-nya adalah individunya masing-masing, serta institusi
- bahkan bisa pula negara - yang bertindak sebagai lembaga sensor, dengan
segala kontroversinya. Hidup di era media sosial memang bergemuruh dan penuh
hiruk-pikuk.
Sosial Media akhir-akhir ini sangat
ramai digunakan dan canggih penggunaannya, apalagi dengan
adanya situs-situs internet yang menyediakan
content-content social network yang beragam. Sosial
media akan berdampak positif dan negatif
bagi penggunanya. Dampak positifnya adalah
dengan media sosial pengguna dapat
mengakses data dan berita dengan cepat,
mempermudah berbisnis dan memperluas pergaulan.
Ada istilah dalam media sosial internet
‘Yang jauh semakin terasa dekat’. Media sosial juga dapat membuat
seseorang jadi terkenal, menjadi kaya, dan memiliki banyak relasi (pertemanan).
Dalam bisnis juga media sosial adalah salah satu strategi penjual dalam memasarkan
barang dagangan secara cepat dan
menguntungkan dibandingkan dengan menjual secara
langsung ke pasar. Tetapi juga media
sosial akan membawa dampak negatif. Dampak
negatifnya adalah semakin marak nya
penipuan, pencemaran nama baik/penghinaan, kejahatan
seksual (pornoaksi dan pornografi), judi
online dan dampak kejahatan lainnya yang
sangat marak terjadi akhir-akhir ini.
Sebagai media sosial komunikasi,
internet juga dapat bersifat netral. Namun
dapat sebagai pisau yang bermata dua,
dampak negetif dan positif pasti akan
terjadi. Sebab dengan internet, semua resource ada
disana dan semua akan terjadi disana, tergantung individu dalam
menggunakannya. Waspada dan menggunakan media
sosial secara cerdas, sehat dan tepat
guna akan sangat menguntungkan bagi pengguna.