Senin, 08 Juli 2013

Twitter


Twitter adalah sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc., yang menawarkan jejaring sosial berupa mikroblogsehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan (tweets). Kicauan adalah teks tulisan hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Kicauan bisa dilihat secara luar, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar teman-teman mereka saja. Pengguna dapat melihat kicauan penulis lain yang dikenal dengan sebutan pengikut ("follower").
Semua pengguna dapat mengirim dan menerima kicauan melalui situs Twitter, aplikasi eksternal yang kompatibel (telepon seluler), atau dengan pesan singkat (SMS) yang tersedia di negara-negara tertentu. Situs ini berbasis di San Bruno, California dekat San Francisco, di mana situs ini pertama kali dibuat. Twitter juga memiliki server dan kantor di San Antonio, Texas dan Boston, Massachusetts.
Sejak dibentuk pada tahun 2006 oleh Jack Dorsey, Twitter telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia dan saat ini memiliki lebih dari 100 juta pengguna. Hal ini kadang-kadang digambarkan sebagai "SMS dari internet".
Twitter memiliki logo berupa seekor burung berwarna biru yang bernama "Larry the "Bird", dinamai setelah nama seorang mantan pemain basket NBA, Larry Bird.

Pesan
Pengguna dapat menulis pesan berdasarkan topik dengan menggunakan tanda pagar (#) (hashtag). Sedangkan untuk menyebutkan atau membalas pesan dari pengguna lain bisa menggunakan tanda (@) ("at").
Pesan pada awalnya diatur hanya mempunyai batasan sampai 140 karakter disesuaikan dengan kompatibilitas dengan pesan SMS, memperkenalkan singkatan notasi dan slang yang biasa digunakan dalam pesan SMS. Batas karakter 140 juga meningkatkan penggunaan memperpendek layanan URL seperti bit.ly, goo.gl, dan tr.im, dan jasa hosting konten, seperti Twitpic, Tweephoto, memozu.com dan NotePub untuk mengakomodasi multimedia isi dan teks yang lebih panjang daripada 140 karakter. Twitter menggunakan bit.ly untuk memperpendek otomatis semua URL yang dikirim-tampil.

Laman Utama (Home)
Pada halaman utama kita bisa melihat kicauan yang dikirimkan oleh orang-orang yang menjadi teman kita. Halaman utama disebut juga sebagai Timeline



Profil
Pada halaman ini yang akan dilihat oleh seluruh orang mengenai profil atau data diri serta kicauan yang sudah pernah dikirim-tampil.

Pengikut (Follower)
Pengikut adalah pengguna lain yang ingin menjadikan kita sebagai teman. Bila pengguna lain menjadi pengikut akun seseorang, maka kicauan seseorang yang ia ikuti tersebut akan masuk ke dalam halaman utama.

Mengikuti(Following)
Kebalikan dari pengikut, ikutan adalah akun seseorang yang mengikuti akun pengguna lain agar kicauan yang dikirim oleh orang yang diikuti tersebut masuk ke dalam halaman utama.

Gamitan (Mentions)
Biasanya konten ini merupakan balasan dari percakapan agar sesama pengguna bisa langsung menandai orang yang akan diajak bicara.

Favorit
Kicauan ditandai sebagai favorit agar tidak hilang oleh halaman sebelumnya.

Pesan Langsung (Direct Message)
Fungsi pesan langsung lebih bisa disebut SMS karena pengiriman pesan langsung di antara pengguna tanpa ada pengguna lain yang bisa melihat pesan tersebut kecuali pengguna yang dikirimi pesan.

Tagar (Hashtag)
Tagar yang ditulis di depan topik tertentu agar pengguna lain bisa mencari topik yang sejenis yang ditulis oleh orang lain juga

Senarai (List)
Pengguna twitter dapat mengelompokkan ikutan mereka ke dalam satu grup atau senarai sehingga memudahkan untuk dapat melihat secara keseluruhan para nama pengguna(username) yang mereka ikuti (follow).

Topik Hangat (Trending Topic)
Secara garis besar adalah topik yang sedang banyak dibicarakan banyak pengguna dalam suatu waktu yang bersamaan. Kemudian secara spesifik yaitu sebuah kata, frase atau yang ditandai dengan tagar (#) yang dilepaskan dengan kecepatan lebih tinggi serta unggul dalam jumlah daripada kata, frase atau yang ditandai dengan tagar lainnya, hal ini biasa dikatakan menjadi Topik Hangat (Trending Topic) dan menjadi populer baik yang melalui upaya terpadu oleh pengguna atau karena suatu peristiwa yang mendorong orang untuk berbicara tentang satu hal tertentu tersebut. Topik-topik tersebut membantu Twitter dan pengguna untuk memahami apa yang terjadi di dunia. Terkadang topik-topik tersebut merupakan hasil dari kesengajaan dan upaya bersama oleh fans selebriti tertentu ataupun karena fenomena budaya. Ada 2 jenis Topik Hangat (Trending Topic) yang menjadi acuan pengguna di Indonesia, yaitu Topik Hangat Seantero Dunia (Trending Topic World Wide / TTWW) dan Topik Hangat Indonesia (Trending Topic Indonesia / TTI), kemudian yang terjadi di Indonesia khususnya terutamanya adalah karena hal-hal yang sedang banyak peminatnya pada kala itu, semisal fenomena lagu Keong Racun, Ariel Peterpan (dikenal sebagai Arielpeterporn), Ashilla Zahrantiara (dikenal sebagai Shilla, Ashilla Z dan AshillaBlink), Justin Bieber (Beliebers), Twilight, Harry Potter dan lainnya, atau juga hal-hal yang tidak biasa seperti #7KulinerSbyPalingWuenak.

Isi Kicauan
Isi Kicauan menurut Pear Analytics.
  1. Celoteh tidak berarti - 40%
  2. Percakapan - 38%
  3. Nilai lewat-terus (pass-along) - 9%
  4. Promosi diri - 6%
  5. Berita - 4%
  6. Spam - 4%

Peringkat
Twitter adalah merupakan salah satu dari 10 situs web yang paling sering dikunjungi di seluruh dunia oleh Alexa trafik web analisis. Februari 2009 Compete.com blog entry mengatakan bahwa Twitter berada di tingkat ketiga sebagai situs yang digunakan jaringan sosial berdasarkan jumlah pengunjung bulanan sebanyak 6 juta pengunjung. Pada bulan Maret 2009, Nielsen.com blog menyatakan Twitter sebagai situs yang tumbuh tercepat--dalam kategori Komunitas Anggota. Twitter memiliki pertumbuhan bulanan sebesar 1.382%, meningkat dari 475.000 pengunjung pada Februari 2008 menjadi 7 juta pada Februari 2009.

Aplikasi pihak ketiga
Kurang dari setengah kicauan yang dikirim-tampil menggunakan web, sedangkan sebagian besar pengguna menggunakan aplikasi pihak ketiga (berdasarkan analisis 500 juta kicauan oleh Sysomos). Ada banyak alat atau aplikasi dari twitter. Beberapa di antarnya adalah aplikasi TweetDeck, Salesforce.com, HootSuite, Twitterfeed, UberSocial, Snaptu,TweetWawa, SnapTwit, SimpleTweet, Gravity

Demografi
Menurut sebuah studi oleh Sysomos pada bulan Juni 2009, perempuan membentuk sebuah demografi Twitter lebih besar daripada laki-laki dimana persentasenya adalah 53% lebih dari 47%. Ia juga menyatakan bahwa 5% dari pengguna menyumbang 75% dari semua aktivitas, dan bahwa New York memiliki Twitter sebagian besar pengguna.
Pada perkembangannya, Twitter yang awalnya dirancang untuk digunakan oleh orang dewasa sebagai sarana pendukung dalam pekerjaan, sekarang ini justru didominasi oleh remaja. Hal ini dikarenakan fungsi Twitter yang sekarang sebagai wadah berkumpulnya para penggemar artis-artis. Bisa saja pengguna twitter tersebut adalah selebritis atau hanya sekedar basis fans. Dengan begitu para pengikut akun selebritis tersebut bisa memantau berita terbaru dari sang selebritis. Selebritis yang pertama kali menjaing satu juta pengikut dan juga sebagai pelopor akun selebritis adalah Ashton Kutcher. Kemudian diikuti oleh Oprah Winfrey, Britney Spears,Justin Bieber,Lady Gaga.

Kelebihan :
1.     Mudah dinavigasi dan memperbarui, “link to” dan mempromosikan apapun.
2.    Menjangkau lebih luas tidak hanya antara teman
3.    Satu feed untuk semua pengguna dan siapa pun dapat mengikuti orang lain kecuali diblokir
4.    Alat komunikasi yang murni dan cepat tanggap
5.     Kamu tidak harus log in untuk mendapatkan update. Kamu bisa menggunakan aplikasi RSS reader
6.     Sangat interaktif, extensible messaging platform dengan API terbuka
7.     Banyak aplikasi lain yang sedang dikembangkan (Twitterific, Summize, Twhirl, dll)
8.     Pesan teks SMS berpotensi untuk memberi pendapatan dari jaringan nirkabel
9.     Potensi periklanan di masa mendatang atau perusahaan berbasis langganan
10.  Twitter mungkin lebih terukur dari Facebook dan memberikan keuntungan biaya

Kelemahan :
1.    Kemampuan terbatas: menemukan orang-orang, mengirim pesan singkat, balasan  langsung
2.     Dibatasi sampai 140 karakter per update
3.    Tidak semua orang menemukan manfaat langsungnya
4.    Lebih menekankan pada penghitungan follower
5.     Mudah disalahgunakan untuk spam dan meningkatkan tingkat kebisingan
6.     Relatif lebih kecil basis pengguna diinstal
7.     Belum ada strategi keuangan yang mudah dan jelas

Berbagai dampak positif dan negatif pun dipaparkan, mulai yang bersikap optimis, pesimis, atau netral-netral saja. Khusus untuk dunia pendidikan, media sosial punya potensi untuk memperkaya materi. Ia mampu mendobrak batas ruang kelas. From brick to click. Interaksi dosen dan mahasiswa pun tidak dibatasi ruang dan waktu. Belajar pun bisa kapan saja dan dimana saja. Konten di dunia maya membuat materi pembelajaran bisa diperkaya.
Itulah wacana yang sudah sering didengar, namun tidak mudah terealisasi di lapangan. Justifikasi manfaat media sosial yang tidak selalu terealisasi. Selalu ada resistensi atau apriori di lapangan. Lagian, meskipun segala hal tersaji secara online, belum tentu membuka pengetahuan. Meskipun di dunia maya berlaku: Content is King, tidak semua orang bisa terpesona dengannya. Atau, ada keragaman persepsi dan interpretasi terhadap sebuah konten di media sosial.
Tidak mudah menaklukan media sosial demi mendapat manfaat. Kata para pakar, tidak semua bisa memanfaatkan kehadiran media sosial.  Bisa komersial, atau malah ketiban sial. Berharap terkenal, malah terpenggal. Niat mengejar manfaat, malah diganjar mudharat.
Dan, berbagai opsi itu ada di dunia pendidikan. Ada yang tanggap, banyak pula yang gagap. Bukan di tingkat individu, tapi institusi.  Maksudnya, itu ditinjau dari perspektif pembelajaran yang menunjang fungsi dan peran perguruan tinggi. Bukan dalam konteks manfaat media sosial secara individual, tapi bisakah kampus dan media sosial membentuk simbiosis mutualisme?
Kita sering mendengar kampus yang menutup akses ke media sosial melalui jaringan koneksi yang dimilikinya. Entahlah, apakah karena alergi atau fobia dengan media sosial, atau memang infrastrukturnya belum mendukung.
Namun, ada juga dosen dan kampus yang ramah terhadap media sosial. Berita resmi dari kampus pun bisa di-share ke media sosial oleh pengunjungnya. Bahkan, ada pula kampus yang mengelola akun resmi di media sosial.
Konten di dunia maya pun membludak. Padahal kata pakar, konten tanpa konteks bisa menjadi sampah elektronik. Konten dan konteks itulah yang diproduksi sekaligus dikonsumsi oleh unsur ketiga, yakni manusia atau masyarakat. Itulah formula “Content+Contex+People”-nya Chris Rourke. Jika tidak ada kerumunan manusia atau masyarakat, bukan media sosial namanya.
Sayangnya, masyarakat informasi (information society) belum sepenuhnya terbentuk di Indonesia. Jumlah penduduk kadang menjadi “kambing hitam” atas kondisi tersebut. Setidaknya Indonesia masih tertinggal – atau baru sampai tahap kedua dari empat tahap: Enhanced - dibandingkan negara lain yang sudah masuk ke tahap teratas:connected menurut World Economic Forum.  Pengguna teknologi yang tidak produktif adalah mayoritas di Indonesia.  Tuduhan lainnya, masyarakat pengunduh (downloader) lebih banyak ketimbang pengunggah (uploader).
Benarkah?
Apapun opini dan diskusi yang mencuat saat seminar, kesimpulan akhirnya bisa ditebak. Teknologi seperti dua sisi mata uang: negatif dan positif. Suka dan  duka pun silih berganti di dunia maya. Dan gate keeper-nya adalah individunya masing-masing, serta institusi - bahkan bisa pula negara - yang bertindak sebagai lembaga sensor, dengan segala kontroversinya. Hidup di era media sosial memang bergemuruh dan penuh hiruk-pikuk.
Sosial  Media  akhir-akhir ini  sangat  ramai digunakan  dan  canggih penggunaannya, apalagi dengan adanya  situs-situs  internet  yang  menyediakan  content-content  social  network  yang  beragam. Sosial  media  akan  berdampak  positif  dan  negatif  bagi  penggunanya. Dampak  positifnya  adalah dengan  media  sosial  pengguna  dapat  mengakses  data  dan  berita  dengan  cepat,  mempermudah berbisnis  dan  memperluas  pergaulan.  Ada  istilah  dalam  media  sosial  internet  ‘Yang  jauh  semakin terasa dekat’. Media sosial juga dapat membuat seseorang jadi terkenal, menjadi kaya, dan memiliki banyak relasi (pertemanan). Dalam bisnis juga media sosial adalah salah satu strategi penjual dalam memasarkan  barang  dagangan  secara  cepat  dan  menguntungkan  dibandingkan  dengan  menjual secara  langsung  ke  pasar.  Tetapi  juga  media  sosial  akan  membawa  dampak  negatif.  Dampak negatifnya  adalah  semakin  marak  nya  penipuan,  pencemaran  nama  baik/penghinaan,  kejahatan seksual  (pornoaksi  dan  pornografi),  judi  online  dan  dampak  kejahatan  lainnya  yang  sangat  marak terjadi akhir-akhir ini.
Sebagai  media  sosial  komunikasi,  internet  juga  dapat  bersifat  netral.  Namun  dapat  sebagai  pisau yang  bermata  dua,  dampak  negetif  dan  positif  pasti  akan  terjadi.  Sebab  dengan  internet,  semua resource ada disana dan  semua akan terjadi disana, tergantung  individu dalam menggunakannya. Waspada  dan  menggunakan  media  sosial  secara  cerdas,  sehat  dan  tepat  guna  akan  sangat menguntungkan  bagi  pengguna.